Monday, August 31, 2015

♥ My Unforgettable Character ♥



Manusia terdiri dari berbagai sikap dan watak beragam yang membuatnya unik. Begitu juga dengan saya. Sebagai seseorang yang berjiwa muda dan bersemangat, saya juga masih ingin belajar berbagai pengalaman hidup lebih banyak lagi. Saya ibaratkan diri saya adalah selembar kanvas putih yang siap dihias dengan berbagai pengalaman dan warna warni kehidupan di dunia ini selama saya masih muda dan ada kesempatan untuk merasakan berbagai sudut pandang dan setiap sudut yang ada di belahan bumi untuk memenuhi jiwa saya yang penasaran dan ingin berpetualang. Saya tidak ingin mengenang masa muda saya dengan pekerjaan dan hidup yang membosankan. Saya ingin merasakan dunia yang hidup!
Saya merasa saya akan menjadi seorang copywriter yang baik karena saya juga suka sekali bergaul di lingkungan baru, memperluas relasi, dan berinteraksi dengan masyarakat atau kelompok baru. Menurut saya, itu semua sangat menyenangkan karena mulai dari berbicara dengan orang baru, pengetahuan saya semakin bertambah luas, karena pengetahuan terbesar bukan saja bersumber dari buku, tetapi saya percaya, pengetahuan terbesar dapat kita rasakan dari relasi pertemanan yang luas dan berkualitas. Saya juga sangat menikmati dan menysukuri hidup saya saat ini karena Tuhan memperbolehkan saya untuk merasakan bagaimana tumbuh dilingkungan yang aman dan mendukung, juga orang-orang yang sangat mendukung juga mengasihi saya terutama keluarga dan teman dekat.
Prinsip hidup saya, cobalah semua hal yang baru agar masa muda diisi oleh pengalaman dan kenangan yang indah. Maka saya bersedia untuk mencoba hal-hal baru selama itu masih kegiatan yang positif,tidak membahayakan jiwa dan tidak melanggar hukum.misalnya, mencoba makanan baru dan tidak lazim seperti daging buaya di thailand, daging ular, daging kelelawar, dan daging rusa. Selain itu saya pernah mencoba memakan buah cocoa yaitu buah yang bijinya digunakan untuk bahan  baku cokelat. Rasa buahnya sangat unik, karena manis dan berbau cokelat.


 Salah satu sikap saya yang sangat unik adalah saya mudah berempati terhadap sesama. Saya selalu terharu atau menangis jika berpapasan dengan pengemis atau orang-orang yang kurang beruntung diluar sana karena saya berpikir bagaimana jika saya yang merasakan kehidupan mereka? Apakah yang saya bisa bantu agar mereka dapat hidup lebih layak? Selain itu, menurut saya pribadi, memahami dan menghayati karya puisi dan lagu adalah sebuah pekerjaan yang gampang karena saya dapat menghayati peran tersebut dalam waktu yang sangat singkat.  Saya juga merasa bahwa saya adalah orang yang selalu penasaran dengan tekstur maupun bau benda-benda seperti kayu, aroma rumput, aroma tanah, aroma udara pantai dan berbagai aroma yang khas di lokasi berbeda-beda. Saya juga sangat mengagumi karya seni lukisan,filosofi dibalik lukisan dan teksturnya.
Selain seni, Belajar bahasa baru merupakan hal yang paling saya sukai, karena mulai dari saya masih duduk di bangku taman kanak-kanak, saya sudah berbahasa mandarin dan juga berbahasa inggris sedangkan di lingkungan keluarga, saya berbahasa tio ciu dan hakka yang merupakan sub-bahasa mandarin. Sehingga dapat disimpulkan bahwa saya terbiasa dengan beberapa bahasa sejak kecil. Hobi saya yang terakhir adalah menulis. Saya mulai menulis sejak sekolah dasar dan itu dimulai dari menulis buku harian, perasaan saya, dan berbagai puisi yang diam-diam sering saya tulis jika sedang terinspirasi oleh suatu hal yang sedang terjadi.

European Author

As You Like It is a pastoral comedy by William Shakespeare believed to have been written in 1599 or early 1600 and first published in the First Folio, 1623.  As You Like It follows its heroine Rosalind as she flees persecution in her uncle's court, accompanied by her cousin Celia and Touchstone the court jester, to find safety and, eventually, love, in the Forest of Arden. Historically, critical response has varied, with some critics finding the work of lesser quality than other Shakespearean works and some finding the play a work of great merit.
The play features one of Shakespeare's most famous and oft-quoted speeches, "All the world's a stage", and is the origin of the phrase "too much of a good thing". The play remains a favourite among audiences and has been adapted for radio, film, and musical theatre.

 I  will be the first to admit that the language of Shakespeare's plays can be more than a bit intimidating, but the stories are genuinely interesting, the characters are fun and the the prose itself is lyrical and beautiful. The fun of Shakespeare's comedies isn't in the plots but in the pure genius of his language. Many of his best lines have become such staples of common usage that most people aren't even aware they're quoting Shakespeare.

American Author

I recently enjoyed a book named The Fault in Our Stars written by an American Author, John Green. We open up the story to Hazel Grace, who is your average teenage girl except for the fact her body is filled with cancer and she has to carry around an oxygen tank because her “lungs suck at being lungs.” Hazel is forced to join the Cancer Kids Support Group where she meets the pristine, Augustus Waters. It’s your basic teenage love story; dying girl falls for hot boy. This book is sets out to make you cry .  I cried a lot during this film. While I had been strong, and not cried when reading the book, I was a puddle when actually faced with a book that deals with the mortality of our two romantic leads: Hazel (Woodley) and Gus (Elgort). I loved their chemistry, the sweetness of their exchanges, and the stakes set up by their illnesses and friendship.

It was sad to see some of the intimate and unique characteristics of the characters omitted from this adaptation, making the characters more one dimensional. Otherwise, I could still connect with the characters in this book even without making them so exceptional, mostly because Woodley and Elgort are so likable and sweet as the star crossed lovers. In this book it's easy to care about the stakes of their relationship, as well as their mortality. This book is unflinching in its characterization of people with cancer, and shows the true darkness of fighting something that you really have no control over. It's a rather sad, and unconventionally dire story, but one that is worth telling, and does justice to all those living with cancer and in love. This sugarcoated sad story novel is worth to buy. Bravo John Green! Bravo !